Pengertian, Ciri, Struktur, & Contoh Teks Deskripsi

Ada beberapa jenis teks dalam Bahasa Indonesia, salah satunya yaitu teks deskripsi. Teks ini adalah jenis bacaan paling mudah karena tujuannya untuk menggambarkan objek di sekitar.

Terdapat berbagai jenis teks yang memiliki tujuan masing-masing dalam membuatnya sehingga bermanfaat bagi para pembacanya. Nah, teks ini ternyata yang paling mudah untuk dipahami. Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan teks yang satu ini dibuat dengan bahasa sederhana, sehingga sangatlah mudah untuk dipahami. Tujuannya dari teks inipun untuk menggambarkan objek sehari-hari.

Dengan demikian maka teks deskripsi menjadi jenis bacaan yang paling mudah untuk dipahami. Ketahui juga bahwa teks ini yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya memiliki beberapa perbedaan dengan jenis teks yang lainnya dari segi penyampaian atau penyajiannya. Nah, untuk lebih mudah dalam memahaminya maka sebaiknya pahami terlebih dahulu mengenai pengertian, ciri-ciri, dan struktur teks deskripsi.

Pengertian, ciri-ciri dan struktur teks deskripsi:

Pengertian Teks Deskripsi

pengertian decription text

Teks deskripsi adalah suatu bacaan yang dibuat dengan cara menggambarkan objek berupa benda ataupun peristiwa berdasarkan pengamatan langsung yang memaparkan ciri-ciri secara spesifik dari objek yang dijelaskan.

Perbedaannya dengan jenis teks lainnya yaitu teks deskripsi lebih mengutamakan penggambaran objek secara detail dari panca indra sehingga memang bersifat real, konkret, dan nyata. Berbeda dengan jenis teks lainnya yang terkadang memiliki sifat subjektif tergantung dari pandangan masing-masing orang.

Ciri Teks Deskripsi

Tujuan dari teks deskripsi yaitu menjelaskan suatu objek yang dideskripsikan, untuk membuatnya mka sebaiknya pahami terlebih dahulu ciri-cirinya sebagai berikut.

1. Melibatkan Panca Indra

Untuk ciri yang pertama dari teks ini yaitu melibatkan panca indra yang dapat menjelasakan objek lebih mendetail. Tentunya, sebelum membuat teks deskripsi memang harus melakukan pengamatan terlebih dahulu agar dapat menjelaskan lengkap dari kelima indra yaitu penglihatan, penciuman, pendengaran, perasa, dan pengecap.

Dengan adanya pembahasan mengenai lima indra tersebut pastinya akan lebih jelas dalam menggambarkan objek secara mendetail.

2. Menjelaskan Ciri-Ciri Objek

Berikutnya, yaitu menjelaskan ciri-ciri objeknya. Misalnya, sedang menjelaskan mengenai ciri fisik seseorang maka sebaiknya jelaskan secara detail dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tentunya, tujuannya agar para pembaca akan lebih mudah dalam memahami apa yang disampaikan bukan? Oleh karena itu, gunakanlah kata yang sederhana agar mudah untuk dipahami.

3. Menggunakan Kata Benda

Untuk ciri yang berikutnya yaitu ternyata menggunakan kata benda atau nominal. Sesuai dengan yang dijelaskan sebelumnya bahwa ketika menuliskan teks ini, maka Anda menjelaskan suatu objek yang bisa berupa nomina sehingga mengharuskan adanya kata benda.

Apa saja sih itu kata benda? Contohnya yaitu nama orang, nama barang, dan nama tempat wisata. Ketika menjelaskan salah satu dari kata benda tersebut pastinya memang akan lebih membantu para pembaca untuk lebih memahami apa yang sedang dideskripsikan.

4. Menggunakan Kata Sifat

Berikutnya, ketahuilah bahwa teks ini juga memiliki ciri yaitu menggunakan kata sifat seperti penjelasan dari objek yang sedang dijelaskan. Seperti apa kata sifat? Contohnya Anda bisa menggunakan kata sifat penjabaran dari suatu objek yang dijelaskan.

Misalnya, ketika menjelaskan orang maka menggunakan kata sifat cantik, baik, pendiam, pemarah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sedangkan untuk kata sifat penjelasan mengenai benda bisa menggunakan kata sifat besar, kecil, bagus, dan jelek.

Nah, pastinya sudah paham mengenai ciri dari teks ini yaitu berupa kata sifat. Anda dapat menggunakannya sesuai dengan objek yang dijelaskan.

5. Menggunakan Kata Keterangan

Ketika Anda membuat teks deskripsi maka juga harus menggunakan kata keterangan yang berupa waktu dan tempat agar lebih memudahkan para pembaca dalam memahaminya. Perlu diketahui bahwa penggunaan kata tempat ini bisa berupa penjelasan cara melakukan, cara penyajian, tempat berlangsung dan waktu berlangsungnya kejadian.

Contoh penggunaan kata keterangan yaitu di rumah, di sekolah, siang hari, dengan cepat, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tentunya, tujuan menggunakan kata keterangan tersebut memang untuk membantu para pembaca lebih mudah dalam memahaminya.

6. Menggunakan Kata Kerja

Gunakan pula jenis kata kerja dalam teks deskripsi yang berfungsi untuk lebih memperjelas informasi subjek atau objek yang dijelaskan. Contohnya, Siswa yang sedang menggunakan kerudung coklat itu kemarin juara 1 lomba menulis ilmiah.

Jenis kata kerja tentunya sangatlah banyak bukan?

Oleh karena itu, sebaiknya gunakanlah jenis kata kerja yang memang sangatlah bermanfaat dalam penggunaannya untuk menjelaskan objek atau subjek yang memang sedang dideskripsikan.

7. Menggunakan Bahasa Kiasan

Untuk ciri teks ini selanjutnya yaitu menggunakan bahasa kiasan, hampir mirip atau sama dengan penggunaan majas dalam puisi. Tujuannya apa menggunakan majas? Pastinya bahasa kiasan ini akan sangat memperindah isi dari teks tersebut.

Dengan demikian maka tidak akan memberikan kesan monoton pada teks yang bisa membuat pembacanya menjadi merasa bosan. Oleh karena itu, sesuaikan dengan penggunakan kata kiasannya agar tidak memberikan efek berlebihan.

Untuk contoh bahasa kiasan yaitu, Senyumnya indah seperti sinar matahari, bola matanya menghipnotisku ketika memandangnya. Nah, sesuaikan penggunaannya agar lebih mudah dipahami para pembacanya.

Struktur Teks Deskripsi

Setelah memahami ciri-ciri dari teks deskripsi maka pahami juga mengenai strukturnya. Nah, berikut seputar ulasan lebih detailnya untuk kalian.

1. Judul

Sebelum membuat teks deskripsi maka alangkah baiknya Anda memang menentukkan temanya. Setelah itu, barulah Anda menentukkan judul yang tepat dan menarik agar membuat para pembacanya suka untuk membacanya. Nah, judul sebenarnya boleh ditentukan sebelum membuat teks secara keseluruhan ataupun bisa juga ditulis ketika teksnya sudah selesai semua.

Dengan demikian maka sebaiknya jangan mempersulit masalah judul, sebaiknya tulislah saja isi teks deskripsinya berdasarkan ciri-ciri yang dijelaskan sebelumnya. Namun, sebenarnya dibagian judul ini tidak perlu dibahas terlalu mendalam.

Mengapa demikian? tentunya setiap teks memiliki judul untuk menarik perhatian para pembacanya. Bahkan, bisa menjadi keindahan dari setiap jenis teks itu sendiri.

2. Identifikasi

Selanjutnya, struktur teks lainnya yaitu identifikasi atau terkadang banyak orang menyebutnya orientasi. Ketahuilah di bagian struktur ini penulis mulai menuliskan dan mengenalkan objek yang akan ditulis secara umum. Jadi boleh ditulis dimulai dari kata keterangan waktu ataupun tempat.

Misalnya, para penulis bisa mulai menjelaskan dimana keberadaan objek tersebut lalu kapan bertemu dengannya, dan apa yang menarik dari objek tersebut. Tentunya bagian tersebut hanya terlihat secara umum bukan?

Tak perlu khawatir untuk membahasnya secara khusus maka terdapat pada struktur teks berikutnya sehingga memang benar-benar bertujuan untuk membuat para pembacanya paham dengan apa yang disampaikan.

3. Deskripsi Bagian

Struktur teks seterusnya yaitu adanya deskripsi bagian yaitu rincian dari objek tersebut. Jadi, biasanya yang dituliskan dalam bagian struktur ini yaitu mengenai ciri-ciri dari objek yang digambarkan. Dengan demikian tujuannya gar pembaca lebih memahami secara detail dari objek yang sedang dijelaskan.

Nah, di bagian deskripsi bagian inilah terdapat penjelasan mengenai deskripsi objek yang menggunakan panca indra mulai dari penglihatan, pendengaran, dan yang lainnya. Biasanya deskripsi bagian ini yang memiliki bagian paragraf paling banyak.

Ketahui juga bahwa deskripsi bagian dapat dikatakan sebagai isi ataupun pokok dari sebuah teks deskripsi sehingga harus benar-benar ditulis secara mendetail sesuai dengan kondisi konkret atau nyata agar lebih mudah dimengerti bagi pembacanya.

4. Penutup

Setelah menuliskan deskripsi bagiannya secara mendetail maka selanjutnya dalam menulis teks deskripsi penulis diwajibkan untuk membuat penutup dari tulisan tersebut yang berupa saran, kesimpulan, ataupun ringkasan dari apa yang telah disampaikan dalam paragraf sebelumnya.

Biasanya, ketika menjelaskan suatu objek tempat wisata maka di bagian penutupnya menuliskan tentang kesan yang baik kepada pembaca agar tertarik untuk mengunjunginya.

Kalian dapat menuliskan penutup sesuai dengan yang diinginkan untuk mengakhiri dari proses pembuatan teks tersebut.

Jenis Teks Deskripsi

Tidak hanya struktur teks deskripsi yang harus diketahui, tetapi jenis-jenis dari teks deskripsi juga sebaiknya dipahami oleh pembacanya. Ini dia seputar informasinya.

1. Teks Deskripsi Subjektif

Teks deskripsi subjektif yaitu suatu bacaan yang menjelaskan cerita tentang kesan yang dimiliki oleh seseorang dengan tujuan agar para pembacanya mendapatkan informasi mengenai objek tersebut.

Biasanya teks deskripsi subjektif bertujuan untuk mereview tempat wisata, produk, dan lainnya. Dengan demikian maka akan mempengaruhi para pembacanya untuk mengunjungi tempat tersebut, menggunakna produk tersebut ataupun tidak.

Meskipun tidak bertujuan untuk mempengaruhi tetapi dengan gambaran objek secara mendetail pastinya akan membuat banyak pembaca memiliki kesan yang juga terpengaruhi dari teks deskripsi tersebut.

2. Teks Deskripsi Spatial

Teks Deskripsi Spatial yaitu menggambarkan suatu benda, ruang, dan tempat yang bertujuan agar para pembacanya dapat mengetahui informasi lebih rinci. Dengan demikian maka tulisan teks ini sangatlah bersifat konkret, tidak boleh dilebih-lebihkan.

Selain itu, biasanya tulisan teks spatial ini dituliskan berdasarkan kenyataan sehingga isinya sangatlah umum tetapi tetap rinci sesuai dengan data yang sebenarnya.

Jadi, sebelum membuat teks spatial maka sebaiknya Anda memang melakukan pengamatan terlebih dahulu agar datanya sesuai dengan fakta sehingga menulis teksnya dengan lebih mudah dengan menggunakan kata-kata yang sederhana sesuai dengan ciri teks yang sudah dijelaskan sebelumya.

3. Teks Deskripsi Objektif

Tidak hanya terdapat jenis teks subjektif, tetapi juga ada jenis teks deskripsi objektif yang juga bertujuan untuk menyampaikan suatu informasi lebih jelas kepada para pembacanya.

Nah, pahamilah perbedaannya dengan jenis teks ini dengan yang lainnya. Teks yang satu ini dituliskan berdasarkan fakta tanpa adanya suatu opini dari penulis tersebut. Tentunya jenis teks yang satu ini biasanya berupa bacaan yang mengandung ilmu pengetahuan.

Hampir sama dengan pembuatan jenis teks ini dengan lainnya, yaitu harus melakukan pengamatan secara langsung terlebih dahulu agar datanya lebih bersifat konkret dan nyata.

Contoh Teks Deskripsi

Pantai Widarapayung

Hari minggu kemarin aku bersama keluargaku berpergian ke pantai Widarapayung. Lokasinya di bagian timur Cilacap. Pantai ini memiliki pemandangan yang sangat indah dari hamparan pasir hitam yang sangat lembut, hamparan laut dengan air berwarna biru sangat jernih, ditambah dengan pohon nyiur yang melambai-lambai membuat nuansa alamnya mampu menghipnotis jiwaku menjadi merasa lebih damai.

Demikianlah seputar penjelasan mengenai pengertian, ciri-ciri dan struktur teks deskripsi yang kami bagikan lengkap diartikel ini. Semoga Bermanfaat!