Teks Tantangan: Pengertian, Struktur, Contoh Teks Tantangan

Teks tantangan, masukuniversitas.com. Informasi kontroversial yang diberikan oleh seseorang bisa saja kurang tepat. Bisa dibaca contoh teks tantangan dibawah yah. Jika anda mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, atau berkeinginan membantah informasi atau isu yang tengah menjadi perdebatan tersebut, anda dapat melakukannya dengan bantahan atau menulis teks tantangan.

Teks Tantangan

Bagi anda yang masih belum memahami apa itu teks tantangan, tulisan berikut ini merupakan penjelasan lengkap berkenaan dengan teks tantangan.

Daftar isi:

  1. Pengertian
  2. Karakteristik
  3. Unsur kebahasaan
  4. Struktur penulisan
  5. Contoh teks

Pengertian teks tantangan

Teks ini dapat diartikan sebagai sebuah tulisan yang di dalamnya terdapat informasi bantahan terhadap suatu permasalahan yang tengah menjadi perdebatan (kontroversial) di kalangan masyarakat. Bantahan tersebut harus mempunyai dasar yang kuat guna menyokong bantahan tersebut. Misalkan berupa data, argumen ahli, surat kabar, dan berbagai sumber lainnya. Teks tantangan biasanya dipakai ketika menyanggah pendapat dalam debat.

Karakteristik teks tantangan

Teks ini mempunyai ciri-ciri tersendiri yang membedakannya dari ragam jenis teks yang lainnya. Ciri-ciri teks tantangan antara lain:

Pertama, teks tantangan mempunyai tiga struktur penyusun utama yaitu isu, argumen, serta kesimpulan dan saran.

Kedua, teks selalu berisi tentang bantahan terhadap isu dan polemik yang menjadi perdebatan dan tengah berkembang di kalangan masyarakat.

Ketiga, teks tantangan umumnya berisi kalimat kompleks, kata rujukan, konjungsi, dan pilihan kata yang bersifat argumentatif.

Kumpulan contoh teks, baca juga related artikel ini:

  1. Pengertian, ciri, struktur dan contoh teks diskusi
  2. Contoh surat somasi
  3. Contoh surat somasi pendidikan
  4. Contoh surat sakit sekolah
  5. Contoh pidato pendidikan
  6. Contoh surat tidak masuk sekolah

Unsur Kebahasaan Teks Tantangan

Unsur kebahasaan merupakan komponen penting dalam sebuah tulisan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, teks tantangan mempunyai unsur atau kaidah kebahasaan sebagai berikut.

1. Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks merupakan kalimat yang memiliki lebih dari struktur tata bahasa, dan lebih dari satu kata kerja. Contohnya seperti kalimat majemuk, kalimat majemuk bertingkat, dan lain sebagainya.

2. Kata rujukan

Kata rujukan dalam teks ini berfungsi untuk menunjukkan rujukan sumber informasi. Contohnya mengacu pada, berdasarkan, dan lainnya.

3. Konjungsi

Konjungsi yang tepat harus digunakan pada teks tantangan agar maksud dari teks tantangan tersebut dapat tersampaikan dengan baik. Oleh karena itu, penyusunan kata dan kalimat perlu diperhatikan secara seksama dan penggunaan konjungsi atau kata hubung yang menghubungkan kalimat satu dengan yang lainnya perlu diberlakukan.

4. Pilihan Kata

Pilihan kata yang digunakan pada teks tantangan kebanyakan bersifat argumentatif subyektif. Meskipun pilihan kata cenderung argumentatif subyektif, untuk menyatakan bantahan, sebuah ujaran perlu didasari dengan data-data yang valid, misalkan pendapat ahli, buku, tulisan surat kabar, dan sumber informasi lainnya.

Struktur Penulisan Teks Tantangan

Menulis teks tantangan harus mengikuti struktur yang telah ditetapkan agar teks tantangan yang anda buat lebih sistematis dan maksudnya tersampaikan dengan baik.

Berikut adalah struktur dari teks tantangan

Dalam struktur pembuatan teks tantangan diwajibkan ada yang berisikan pengantar, argumen dan juga kesimpulan. Sebagai penjelasannya dibawah ini.

1. Pengantar

Bagian pengantar teks tantangan mengandung topik atau isu yang akan dibantah. Hal yang ingin dibantah tersebut biasanya berupa permasalahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat dan menimbulkan perbedaan pendapat. Pada praktiknya, hal ini sering disebut sebagai isu.

2. Argumen

Pada bagian argumen, anda akan menuliskan beberapa bukti, dan alasan mengapa anda membantah isu yang sedang terjadi. Argumen akan lebih kuat jika anda lengkapi dengan teori dari buku, pendapat para ahli, bahkan data-data yang anda dapat dari suatu lembaga, dan juga tulisan yang termuat di surat kabar.

3. Kesimpulan

Kesimpulan disini adalah penegasan ulang bahwa anda membantah isu yang diperbincangkan tersebut, setelah meninjau dari data-data yang telah anda paparkan pada bagian argumen.

Contoh teks tantangan tentang lingkungan sekolah

Setelah memahami penjelasan terkait dengan teks tantangan, untuk memperdalam pemahaman anda mengenai teks tantangan, anda dapat membaca contoh teks tantangan di bawah ini.

Judul: Kebijakan sekolah yang mengharuskan melepas jaket di lingkungan sekolah

Isu

Saat ini, sekolah semakin ketat dalam menjalankan peraturannya, misalnya saja peraturan terkait melepas jaket di lingkungan sekolah. Peraturan ini dianggap mampu memangkas masalah kedisiplinan siswa, terlebih dalam hal kelengkapan atribut sekolah. Beberapa sekolah menerapkan peraturan tersebut guna mencapai tujuan tertentu, misalnya untuk penilaian adiwiyata, peningkatan akreditasi, dan lain semacamnya. Padahal, suasana pagi hari terkadang sangat dingin, dan ada beberapa siswa yang kurang sehat sehingga harus memakai jaket ketika bersekolah.

Argumen Tantangan

Beberapa kalangan, terutama kalangan siswa merasa terganggu karena kebijakan ini. Peraturan yang lazim diterapkan di sekolah menengah pertama ini biasanya memicu prasangka buruk dan iri di dalam diri siswa. Survey sederhana menunjukkan bahwa 65% siswa merasa peraturan ini diterapkan tidak sebagaimana mestinya. Terkadang guru tidak memeriksa atribut sekolah dan membiarkan siswa lewat setelah melepas jaket sebelum memasuki lingkungan sekolah.

Untuk beberapa alasan, memang bukan masalah, namun bagi para siswa yang tengah sakit dan tetap bersemangat untuk hadir di sekolah, hal ini merupakan bentuk pembatasan hak siswa.

Bahkan lebih ironisnya, beberapa siswa mengatakan bahwa peraturan ini diberlakukan secara tidak adil. Mereka menganggap guru adalah seorang figur yang menjadi teladan bagi mereka, namun, tak sedikit oknum guru yang tidak memberikan teladan pada siswa mereka dengan tidak menaati aturan untuk melepas jaket ketika memasuki lingkungan sekolah. Hal ini akan berujung pada kedengkian pada siswa karena aturan tersebut tidak diberlakukan secara menyeluruh.

Kesimpulan

Sebagai jawaban atas masalah tersebut, kepala sekolah atau yang berwenang dalam pembuatan peraturan di sekolah hendaknya mempertimbangkan ulang masak-masak sehubungan dengan peraturan melepas jaket ketika memasuki lingkungan sekolah. Pihak sekolah sebaiknya memikirkan lagi tentang keuntungan dan kerugian menerapkan aturan tersebut dan mempertimbangkan apakah dengan menerapkan regulasi tersebut dapat membawa kemajuan terhadap sekolah.

2. Contoh teks tantang larangan membawa handphone ke sekolah

Judul: Larangan membawa handphone ke sekolah

Pengantar

Saat ini, dalam penggunaan handphone atau yang sering disebut HP sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya sudah banyak digunakan oleh berbagai anak-anak. Tidak hanya digunakan di rumah, akan tetapi banyak anak-anak sudah berani membawa HP ke sekolah. Padahal sekolah pun telah memberi larangan untuk tidak membawa HP sekolah. Pihak sekolah memberi alasan serta larangan karena telah terbukti anak muridnya telah asyik bermain HP pada saat jam pelajaran masih berlangsung. Berbagai Guru mata pelajaran pun sudah sering memergokinya.

Argumen

Menurut dari berbagai sumber, munculnya larangan tersebut tidak sesuai untuk diterapkan pada kurikulum 2013 sebagai kurikulum pendidikan nasional yang saat ini di Indonesia. Sebab, siswa/i perlu untuk sebagai media informasi dan referensi dalam mencari informasi dalam mata pelajaran yang sedang dipelajari. Perpustakaan memang sebagai salah sumber informasi, akan tetapi informasinya bisa itu saja. Anak didik perlu media informasi lain yang terbaru dan bisa menemukan rumusan masalah yang berbeda. Oleh sebab itu, tak jarang dari berbagai orang murid untuk tidak memberikan HP kepada anaknya dan menyuruhnya membawa HP ke sekolah. Alasannya sebagai alat komunikasi dan berjaga-jaga, jika terjadi diluar dugaan.

Kesimpulan

Pihak sekolah diminta kembali untuk memberikan solusi dan memikirkan kebijakan untuk tidak membawa atau larangan membawa HP ke sekolah. Secara keseluruhan, maka pihak sekolah juga harus mempertimbangkan apa dampak positif dan juga negatif bila ada larangan membawa HP ke sekolah. Sebab pendidikan memang pendidikan sebagai hal yang diutamakan.

Demikian 2 contoh teks tantangan yang kami berikan. Lebih lanjut lagi, kepala sekolah harus dapat memastikan agar aturan tersebut diberlakukan secara menyeluruh, baik untuk siswa, maupun untuk guru, dan warga sekolah lainnya.

 

Sumber:
yuksinau.com/2016/06/teks-tantangan-pengertian-struktur-contoh.html
belajarmateri.com/2016/12/pengertian-teks-tantangan-ciri-struktur-contoh.html
materikelas.com/2015/11/teks-tantangan-pengertian-struktur-teks.html
melangkahdengankaki.blogspot.co.id/2016/01/contoh-teks-tantangan.html

 

Add a Comment