Pendidikan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis & Contoh

Pendidikan atau edukasi merupakan usaha sadar orang tua dari pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak bangsa ini. Dengan adanya pendidikan diharapkan anak-anak di Indonesia dapat menjadi cerdas dan memiliki pola pikir yang pintar sehingga tidak akan ada diskriminasi lagi. [Baca juga: pengaruh pola asuh dalam pembentukan karakter anak].

Upaya pemerintah dalam menciptakan proses pembelajaran yang aktif agar anak dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Tapi jangan salah, pemerintah sudah mewajibkan seluruh anak untuk wajib bersekolah 9 tahun para orang tua masih ada yang mengabaikannya dengan alasan ekonomi. Kendala pendidikan di Indonesia adalah anak dibawah umur lebih banyak bekerja dari pada bersekolah.

Pentingnya memperhatikan pendidikan anak agar memiliki tumbuh kembang yang baik dan sesuai dengan umurnya. Tetapi sangat disayangkan karena di kota-kota besar atau bahkan kota terpencil banyak anak yang tidak bisa mengeyang edukasi gara-gara mereka terhambat ekonominya. Di kota besar seperti ibu kota Jakarta banyak anak yang tidak bersekolah malah bekerja membantu orang tua seperti mencari barang rongsokan.

Sedangkan anak-anak yang berada di kota terpencil banyak tidak bersekolah karena membantu orang tuanya bekerja di ladang atau hutan bahkan sampai di batu bara sebagai kuli. Sebenarnya ada hukum untuk melindungi anak di bawah umur. Tapi, masih banyak orang tua yang mengabaikan. Maka dari itu, perlu adanya edukasi yang sangat penting bagi anak-anak penerus bangsa.

Ulasan lengkap pendidikan secara luas

ulasan pendidikan secara luas

Disini kami akan membantu anda untuk memahami lebih jauh apa itu edukasi agar tahu jika edukasi itu penting bagi anak bangsa.

Seringnya disepelekan oleh para orang tua yang ternyata sudah diwajibkan oleh pemerintah. Untuk itu, disini kami ulas pada artikel ini mulai dari pengertian, tujuan, fungsi, jenis, dan contoh.

Pengertian pendidikan

edukasi adalah

Sudah dijelaskan sedikit apa itu pengertian pendidikan di atas. Ini merupakan dari edukasi. Yaitu, wadah bagi anak bangsa untuk mengembangkan potensinya menjadi lebih baik dan lebih cerdas secara aktif. Edukasi bisa diperoleh melalui jenjang sekolah sesuai dengan umur anak. Sekolah menjadi tempat yang baik agar anak mendapatkan ilmu dan mengembangkan potensi dirinya.

Penting bagi anak dapat mengembangkan potensi dirinya. Setiap anak masing-masing mempunyai kemampuan atau ketrampilan sendiri. Nah, dengan adanya sekolah bisa menjadi tempat untuk mengmbangkan lebih luas karena akan dibimbing oleh pendidik. Selain itu, didalam sekolah anak juga bisa mendapatkan kekuatan spiritual seperti agama yang juga dibutuhkan untuk dirinya.

Edukasi berdasarkan Ki Hajar Dewantara

Salah satu para ahli yaitu Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia berpendapat bahwa edukasi adalah suatu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Nah, maksud dari pengertian tersebut yaitu bahwa edukasi diciptakan agar dapat menuntun pertumbuhan anak-anak agar menjadi jiwa yang cerdas dan berilmu. Sebagai penerus bangsa atau sebagai bagian dari masyarakat mampu menghasilkan kecerdasan yang akan membuat dirinya selamat dan bahagia.

Kata pendidikan berasal dari bahasa latin educaten yang tersusun dari kata E dan duco. E berarti perkembangan dari dalam ke luar dari sedikit banyak dan Duco yang berarti perkembangan atau berarti. Jadi, pendidikan yaitu cara mengembangkan potensi anak yang masih terpendam agar semakin terasah ilmu dan ketrampilannya sehingga semakin cerdas dan juga berkembang.

Tujuan pendidikan

tujuan edukasi sebagai orang yang kreatif berdasarkan friedrich frobel

Nah, tujuan pendidikan seperti yang sudah kita bahas tadi jika pendidikan diciptakan untuk menjadi tempat anak mengembangkan potensi dirinya dan itu merupakan salah satu tujuannya.

Berdasarkan Friedrich Frobel

Pendapat dari salah satu para ahli yaitu, Friedrich Frobel berpendapat bahwa tujuan dari edukasi adalah membentuk anak menjadi mahluk aktif dan kreatif.

Dengan adanya edukasi yang sudah diciptakan oleh pemerintah, diharapkan mampu membuat anak lebih aktif dalam mengembangkan potensi dirinya dan mengembangkan lebih dalam lagi jadi bisa mengetahui ketrampilan dan kecerdasan yang ada pada dirinya. Selain itu, edukasi juga diciptakan untuk menjadi wadah kekreatifan anak dimana disitu anak akan dituntut lebih mandiri mengembangkan ketrampilannya.

Berdasarkan UU No. 2 Tahun 1985

Sedangkan menurut UU No. 2 tahun 1985, tujuan dari pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyrakatan bangsa. Sudah dijelaskan pada UU tersebut jika edukasi itu sangat penting untung mencerdaskan anak bangsa dengan ilmu dan meningkatkan kekuatan spiritualnya karena edukasi dalam sekolah juga harus seimbang antar ilmu dunia dan akhirat.

Fungsi pendidikan

fungsi dari pendidikan

Setelah kita mengulas apa saja tujuan dari pendidikan, sekarang akan diulas apa saja fungsi edukasi itu sendiri. Fungsi pendidikan yaitu:

  • Memanusiakan manusia

Dengan cara membuat anak agar dapat mengembangkan kemampuannya. Dalam edukasi anak harus bisa mengembangkan kemampuan wataknya, kepribadian pada dirinya menajdi lebih baik, dan peradaban yang bermartabat agar bisa hidup bersosialisasi dengan baik.

  • Sebagai penegak nilai.

Berarti edukasi disini diciptakan untuk menjaga nilai-nilai didalam masyarakat yang sudah menjadi kodratnya manusia dalam hidup berdampingan. Dari mulai nilai etika dan nilai agama.

  • Sebagai pengembangan masyarakat.

Edukasi berperan meningkatkan mutu dan kualitas ilmu masyarakat. Inilah pentingnya semua orang dapat memperoleh edukasi karena disini akan dipelajari bagaimana agar menjadi manusia yang bermanfaat serta cerdas menjadi penerus bangsa.

  • Upaya pengembangan potensi manusia.

Dengan adanya edukasi manusia akan jauh lebih bisa mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sendiri agar dapat berkembang menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi bangsa kita sendiri.

Jenis-jenis pendidikan

jenis jenis dari pendidikan

Jenis pendidikan sendiri mempunyai tiga tahap, setiap tahap edukasi memiliki jenjang yang berbeda-beda. Kami akan jelaskan apa saja jenis pendidikan.

  • Pendidikan formal

Dalam edukasi formal, memiliki jenjang yang berbeda-beda sesuai dengan usianya anak sendiri dan edukasi formal ini sudah dibentuk resmi oleh pemerintah. Jenjang formal terdiri dari Pendidikan Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Perguruan Tingkat Tinggi.

Pendidikan formal sendiri memliki dua status yaitu ada yang negeri dan ada yang swasta. Edukasi formal dari statusnya adalah Taman Kanak-Kanak, Raudatul Athfal, Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidiyah, Sekolah Menangah Pertama, Madrasah Stanawiyah, Sekolah Menengah Aatas, Madrasah Aliyah, Sekolah Menenegah Kejuruan, Madrasah aliyah Kejuruan, dan perguruan tinggi.

  • Pendidikan non formal

Pendidikan nonformal adalah pendidikan diluar dari formal. Ini diselenggarakan bagi mereka yang membutuhkan layanan edukasi sebagai pengganti, penambah, atau pelengkap dalam rangka mendukung edukasi sepanjang hayat. Sistem penilainnya juga mempertimbangkan berbagai hal penting sama seperti edukasi formal. Bedanya edukasi nonformal melihat penilaian yang disetarakan oleh lembaga penyelenggara mengacu pada standar penilaian nasional.

Fungsi pendidikan nonformal yaitu pengembangan yang ditekankan pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional. Edukasi nonformal ini ditujukan untuk kecakapan hidup, PAUD, pendidikan kemudaan dan lain-lain. Kelulusan anak didik disetarakan melalui paket seperti paket A (setara jenjang Sd), paket B (setara jenjang SMP), paket C (setara jenjang SMA), dan lain-lain.

  • Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah edukasi yang dibentuk oleh keluarga atau lingkungan agar tercipta belajar secara mandiri. Edukasi tidak perlu selalu diraih dalam lingkungan sekolah resmi. Ternyata dapat diperoleh dari keluarga dan ligkungan. Sebenarnya keluarga dan lingkungan adalah pembelajaran utama bagi anak, disana akan mendapat banyak pelajaran sejak kecil.

Hasil dari edukasi formal yaitu kecakapan hidup, berupa sikap moral yang paling utama didapatkan karena mencontoh figur yang ada di keluarga atau lingkungan, budi pekerti yang baik, agama yang selalu diajarkan keluarga, etika yang baik dengan memiliki sopan santun, kemampuan bersosial dengan masyarakat, dan lainnya.

Contoh pendidikan

contoh contoh edukasi

Pendidikan memiliki lembaga yang penting untuk menjadi wadah bagi anak sebagai tempat belajar. Lazimnya adalah edukasi formal yang sudah banyak dilalui anak-anak, tetapi disini akan dijelaskan contoh dari pendidikan nonformal dan informal.

• Pendidikan nonformal

Sudah sedikit kami jelaskan apa itu edukasi non formal beserta sedikit lembaga penyelanggaranya. Contoh pendidikan nonformal sebagai berikut yaitu, Lembaga Kursus dan Pelatihan disini masyarakat akan diberi pelatihan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap mental kepada peserta didik.

Lembaga yang ada didalamnya adalah lembaga kursus komputer, lembaga kursus bahasa asing, lembaga seni musik, lembaga kerajinana tangan, dan lain-lain. Kedua adalah kelompok belajar karena pada kelompok belajar anak akan saling belajar berbagai kemampuan dan ilmu. Selain itu tujuannya dalah meningkatkan taraf hidup setiap anggota.

Ketiga ada Pusat Kegiatan Belajar Mayarakat berfungsi sebagai pembelajaran dari atau untuk atau oleh masyarakat. Tujuannya sendiri untuk meningkatkan hobi dan lain-lain. Keempat ada majelis ta’lim. Disini digunakan untuk meningkatkan kekuatan spiritual atau agama contohnya ada krlompok yasinan, pengajian, kitab kuning, dan lain-lain.

Dan yang terakhir ada satuan pendidikan sejenis yaitu pendidikan nonfromal yang cangkupannya luas dan sudah berlandaskan hukum. Contohnya adalah pra sekolah, balai pelatihan dan penyuluhan, kepramukaan, pencak silat, sanggar tari, dan lain-lain.

• Pendidikan informal

Seperti yang sudah kami sedikit jelaskan diatas bahwa pendidikan informal ini akan didapatkan di keluarga dan lingkungannya. Jadi edukasi tidak melulu bisa didapat dari lembaga resmi negara, tetapi dalam keluarganya sendiri atau lingkungan masyarakat dapat menerima pembelajaran. Dalam lingkungan keluarga edukasi yang didapatkan lebih diini seperti mendapatkan pendidikan moral dan agama.

Contoh pendidikan informal yaitu edukasi budi pekerti. Disini anda akan mendapatkan ahlak yang baik karena dibentuk oleh keluarga yang dididik sejak dini atau sejak kecil. Seperti agama dan akhlak. Ini juga didapatkan melalui keluarga dan lingkungan karena spiritualnya lebih terbentuk dari pada mendapatkan dilembaga sekolah yang tidak terlalu dalam.

Edukasi etika juga akan anda dapatkan karena keluarga sudah pasti mengajarkan etika yang baik dan benar kepada anak. Sopan santun juga tidak jauh beda dengan edukasi lainnya karena sikap lebih dibentuk dengan baik di keluarga ataupun lingkungan. Ajaran moral juga akan didapatkan dikeluarga karena moral yang baik mencerminkan orang tuanya, dan yang terakhir pendidikan sosialisai dengan masyarakat yang baik. [Baca juga: peran keluarga dalam proses pendidikan anak]

Untuk ulasan ini sudah cukup kami jelaskan secara jelas. Semoga dapat membantu anda akan sadarnya penting pendidikan bagi pertumbuhan anak yang berilmu dan cerdas.